Konsep Inovasi Pembelajaran Dan TPACK
Nama : Khoirunnisa
Nim : 240101042
Kelas : 4 B PAI
TPACK merupakan singkatan dari technological pedagogical content knowledge dan TPACK adalah pengetahuan tentang pentingnya integrasi antara teknologi dan pedagogik dalam pengembangan konten di dunia pendidikan (Hartati et al. 2018). Mengapa TPACK penting diterapkan dalam pembelajaran? Hal itu karena pendekatan ini diharapkan mampu memberikan arahan baru bagi pendidik tentang bagaimana menerapkan teknologi di dalam pembelajaran, sehingga kegiatan pembelajaran bisa berjalan secara efektif dan efisien (Farikah and Al Firdaus 2020).
Jika ditinjau dari namanya, yaitu technological pedagogical content knowledge, TPACK terdiri dari tiga komponen berikut menurut Sintawati and Indriani (2019):
1. Teknologi
2. Pedagogik
3. Konten pengetahuan
4. Ketiga komponen ini tidak bisa dilepaskan satu sama lain. Bagaimana tidak, kehadiran teknologi diharapkan mampu berkolaborasi dengan ranah pedagogik guru untuk menghasilkan konten pembelajaran yang efektif bagi peserta didik. Hal itu sejalan dengan konsep pendidikan yang ditekankan di abad 21 di mana guru dituntut untuk mahir dalam mengaplikasikan teknologi dalam pembelajaran.
Unsur TPACK dari Hartati et al. (2018); dan Pratama and Retnawati (2018) merumuskan TPACK ke dalam tujuh unsur.
Unsur tersebut biasa disebut sebagai tujuh domain pengetahuan seperti berikut ini.
1. Pedagogical knowledge (PK) PK berisi pengetahuan yang harus dikuasai guru dalam pembelajaran, misalnya metode mengajar, pengelolaan kelas, merencanakan pembelajaran, penilaian kegiatan siswa, dan sebagainya. Bapak/Ibu biasa mengenal PK dengan istilah pengetahuan pedagogik.
2. Content knowledge (CK) Jika PK terkait serangkaian proses yang harus dikuasai guru dalam pembelajaran, maka CK terkait dengan substansi materi yang harus dikuasai guru dalam pembelajaran. Penguasaan materi seorang pendidik akan berpengaruh pada pemahaman peserta didik pada materi yang diajarkan. Oleh sebab itu, Bapak/Ibu harus memahami dengan baik kedudukan CK dalam pembelajaran.
3. Technology knowledge (TK) TK merupakan pengetahuan tentang pentingnya integrasi teknologi dalam pembelajaran. Teknologi bisa dimanfaatkan dalam proses komunikasi, pengolahan data peserta didik, serta penunjang produktivitas guru.
Terlebih lagi di masa pandemi seperti sekarang ini, teknologi sudah menjadi faktor penting yang harus dikuasai oleh semua kalangan, baik guru maupun siswa.
4. Pedagogical content knowledge (PCK) PCK lebih fokus pada proses pembelajaran yang nantinya akan dipilih guru pada materi yang sedang diajarkan. PCK memuat pemilihan metode mengajar, rencana pembelajaran, sampai fasilitas pendukung pembelajaran.
5. Technological content knowledge (TCK) TCK merupakan pengetahuan tentang pengaruh teknologi pada suatu disiplin ilmu pengetahuan. Artinya, seberapa besar pengaruh teknologi pada perkembangan suatu disiplin ilmu pengetahuan.
6. Technological pedagogical knowledge (TPK) TPK merupakan pengetahuan yang memuat hubungan antara teknologi dan proses pembelajaran. Melalui TPK inilah guru bisa memahami kelebihan serta kekurangan teknologi dalam pembelajaran untuk kemudian dijadikan bahan evaluasi.
7. Technological pedagogical content knowledge (TPACK) TPACK merupakan integrasi antara ketiga komponen, yaitu teknologi, pedagogik, dan konten pembelajaran. Di era serba teknologi seperti sekarang ini, guru dituntut untuk mahir dalam mengintegrasikan ketiganya(Arbianto, Widiyanti, and Nurhadi 2019; Farikah and Al Firdaus 2020; Fuada, Soepriyanto, and Susilaningsih 2020; Hartati et al. 2018; Hayati, Rahmadi, and Nursyifa 2020). Terlebih lagi, sudah banyak bermunculan platformpenunjang pembelajaran (e-learning), salah satunya Quipper Video.
TPACK, atau konten, pedagogi, dan pengetahuan teknologi, adalah kerangka kerja konseptual yang mengkolaborasikan dan mengintegrasikan penggunaan teknologi dalam aktivitas pembelajaran dalam kelas (Mishra & Koehler, 2006). Kerangka tersebut didasarkan pada kebutuhan akan profesi guru yang integratif, (a) kemampuan memahami siswa, penguasaan kelas, perencanaan, dan hasil belajar merupakan contoh keterampilan pedagogis. (b) yang kedua adalah pengetahuan isi atau pengetahuan bahan ajar atau content knowledge yaitu kemampuan memahami secara mendalam dan menyampaikan isi dari materi pembelajaran.
TPACK di inisiasi oleh Shulman (1987) lalu disempurnakan oleh (Koehler & Mishra,2008). TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge) adalah sebuah kerangka kerja gabungan dari tiga aspek utama yaitu teknologi, pengajaran, dan konten/materi pengetahuan. Terdapat 3 jenis pengetahuan yaitu pengetahuan teknologi (TK), pengetahuanpedagogi (PK), dan pengetahuan konten (CK) dalam contoh TPACK. Selain itu, contoh ini mempunyai 3 komponen pengetahuan: pengetahuan pedagogis teknologi (TPK), pengetahuan konten teknologi (TCK) serta pengetahuan konten pedagogis (PCK).
Tujuh konstruksi pengetahuan Mishra dan Koehler dalam Dafrizal (2017): merujuk pada bahwa kerangka kerja TPACK mencakup sbb:
1.Technological Knowledge (TK) Teknologi terus berkembang, pengetahuan teknologi pun terus mengalamipergeseran dari masa ke masa (Mishra & Koehler dalam Suryawati et al., 2014). Dengan demikian pembelajaran digital harus terintegrasi dengan teknologi terbaru. Technological Knowledge (TK) berkenaan dengan pengaplikasian perangkat keras, komputer , peralatan presentasi dan alat teknologi lainnya yang dipergunakan dalam pembelajaran. Dengan demikian penguasaan alat teknologi terbaru menjadi penunjang dalam pembelajaran digital. TK (Technological Knowledge) mencakup kemampuan untuk mengaplikasikan teknologi baru dalam pembelajran (Suryanto, Sartika, & Nashrullah, 2020). Sehingga diperlukanKemampuan mempelajari serta menyesuaikan diri dengan berbagai teknologi baru menjadisangat penting (Suryanto et al., 2020).
2. Content Knowledge (CK) Content Knowledge adalah pengetahuan perihal bahan ajar. Calon Pengajar yangtidak mempunyai pemahaman terhadap materi akan sulit pada merepresentasikan materipada siswanya (Armiyati & Fachrurozi, 2022). Hal ini sejalan dengan pendapat Suryawati etal. (2014) beliau menyatakan bahwa Content Knowledge artinya pengetahuan seputarkonsep, teori, gagasan serta kerangka kerja. Jadi pengajar harus menguasai bahan ajar secaraluas serta mendalam perihal materi yang menjadi kajiannya. Content Knowledge merujukpada pengetahuan spesifik terhadap disiplin ilmu. Calon Pengajar diharapkan menguasaikonten yang mereka ajarkan. Konten pengetahuan penting sebab menentukan mode disiplinspesifik bidangnya (Koehler dalam Zulhazlinda et al., 2023).
3. Pedagogical Knowledge (PK) Pedagogical Knowledge merupakan pengetahuan guru mengenai metode dan proses KBM, terdiri dari pengetahuan mengelola kelas, menyampaikan penilaian, membuatkan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) serta proses KBM (Schmitt & Rogers, 2008). Halini sejalan dengan Mishra dan Koehler dalam Zulhazlinda et al. (2023) yang menyatakanbahwa Pedagogical Knowledge adalah pengetahuan berkaitan proses KBM, manajemen kelas, pengembangan dan implementasi planning pembelajaran, dan evaluasi siswa. Ini meliputi pengetahuanteknik atau metode mengajar yang akan digunakan di dalam kelas; sifatdari sasaran; dan seni manajemen dalam mengevaluasi siswa. Calon pengajar menggunakan pengetahuan pedagogis untuk memahami bagaimana membuat siswa memperoleh pengetahuan dan keterampilan serta menyebarkan kebiasaan berpikir positif terhadap KBM. Pada akhirnya pengetahuan pedagogis memerlukan teori kognitif, sosial, dan perkembangan belajar kemudian mengapilikasiknnya di kelas.
4. Pedagogical Content Knowledge (PCK) Pedagogical Content Knowledge adalah pengetahuan pedagogik terhadap suatu konten materi yang lebih spesifik. Pengetahuan ini untuk mengetahui pendekatan atau metode mengajar apa yang sesuai untuk diterapkan pada kontent materi tertentu (Zulhazlindaet al., 2023). Pedagogical Content Knowledge sangat penting dimiliki calon pengajar agarsiswa memiliki pengalaman belajar yang berbeda dari setiap kontent materi. Pada akhirnya Pedagogical Content Knowledge adalah bagaimana cara bahan ajar ditransformasikan dalam pengajaran. Calon guru harus dapat menafsirkan bahan ajar dan menemukan cara yang terbaik dalam mengajarkan kepada siswa sehingga berdampak positif pada hasil belajar (Zulhazlinda et al., 2023).
5. Technological Content Knowledge (TCK) Technological Content Knowledge merupakan pengetahuan hubungan antara teknologi serta konten materi (Rahmadi, 2019). Pengetahuan ini mengupayakan calon pengajar untuk memahami penggunaan teknologi dan mengintegrasikan dengan konsep disuatu konten tertentu. Sehingga menurut (Schmitt dalam Hidayati et al., 2018).Technological Content Knowledge artinya pengetahuan wacana bagaimana teknologi bisa menciptakan sebuah ilustrasi baru dalam materi pembelajaran. Dalam hal ini Calon Pengajar mampu melakukan pendekatan baru memakai Teknologi terhadap suatu materi untuk selanjutnya diberikan pada siswanya.
6. Technological Pedagogical Knowledge (TPK) Technological Pedagogical Knowledge ialah pengetahuan bagaimana variasi teknologi dapat diaplikasikan pada pengajaran serta penggunaan teknologi tersebut mampu cara calon pengajar melakukan KBM (Schmitt dalam Erlina & Ulfah, 2022). Oleh karena itu teknologi berkorelasi dalam proses KBM (Abbitt, 2014). Pendapat serupa juga diungkap bahwa Penggunaan media komunikasi serta perangkat dapat membangun hubungan baru pada pembelajaran mirip WebQuests, lembaga diskusi, serta chat room (Koehler & Mishra,2008).
7. Technological Pedagogical Content Knowledge(TPACK) TPACK adalah pengetahuan yang diharapkan calon pengajar untuk mengintegrasikan teknologi dalam proses pembelajaran sehingga menjadi suatu kesatuan. Mengutip (Hidayati et al., 2018) Calon Pengajar diharuskan memiliki pemahaman yang intuitif terhadap korelasi antara tiga komponen dasar pengetahuan, yaitu PK, CK dan TK, sehingga dapat mengajarkan materi menggunakan metode pedagogik dan teknologi yang sesuai. Selanjutnya Mishra dan Koehler memfokuskan perhatiannya pada bagaimana TPACK bisa dikembangkan serta bagaimana TPACK Ini dapat dipelajari dan dikembangkan. Adanya perhatian fokus terhadap TPACK bisa merestrukturisasi kemampuan profesionalcalon pengajar dengan mendesain teknologi pembelajaran. Selanjutnya TPACK harus diajarkan pada pengajar-pengajar, pengajar pendidik, dan para peneliti Pendidikan (Koehler, Mishra, 2008).
TPACK menjadi suatu kerangka kerja bertujuan berbagi pengetahuan dasar seorang calon pengajar menelaah bahan ajar serta penguasaan teknologi bisa memudahkan, mempertinggi kesempatan dan pengalaman belajar siswa sekaligus mengetahui pedagogi yang benar untuk memperkaya pembelajaran tadi. Dari pembahasan ini maka perlunya bagi mahasiswa kependidikan menjadi calon pengajar meningkatkan kemampuan menerapkan TPACK dalam menunjang penerapan pembelajaran digital. Mahasiswa jurusan pendidikansebagai calon pengajar harus mempunyai kemampuan melakukan pembelajaran sesuai menggunakan tuntutan kebutuhan zaman. Hal ini di kuatkan oleh Rosyid (2016) Calon guru diharuskan mempunyai kemampuan membentuk pembelajaran efektif serta efisien.Technological Knowledge ialah ilmu yang harus dimiliki calon pendidik tentang teknologi yang bisa mendukung suatu pembelajaran digital.
Mahasiswa calon pengajar wajib mampu menguasai TPACK diadaptasi dengan perkembangan zaman yang semakin pesat serta penggunaan tehnologi pada berbagai bidang dominasi TPACK dalam pembelajaran mulai dari mempersiapkan konten hingga mempersiapkan analisis penilaian. Usaha dimulai dari mahasiswa calon pengajar, tidak perlu menunggu menjadi seseorang pengajar yang profesioanal.
Daftar Pustaka
Ulya, Alfi Rahmatin, Isnaini Lubis, and Sukiman Sukiman. "Konsep technological pedagogical and content knowledge dan analisis kebutuhan dalam pengembangan perangkat pembelajaran." Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru 8.2 (2023): 208-215.
Ulya, A. R., Lubis, I., & Sukiman, S. (2023). Konsep technological pedagogical and content knowledge dan analisis kebutuhan dalam pengembangan perangkat pembelajaran. Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru, 8(2), 208-215.
ULYA, Alfi Rahmatin; LUBIS, Isnaini; SUKIMAN, Sukiman. Konsep technological pedagogical and content knowledge dan analisis kebutuhan dalam pengembangan perangkat pembelajaran. Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru, 2023, 8.2: 208-215.
Mas' un, Mas' un. "Konsep dan Penerapan TPACK dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis HOTS." eL-HIKMAH: Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam 16.2 (2022): 187-206.
Mas' un, M. U. (2022). Konsep dan Penerapan TPACK dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis HOTS. eL-HIKMAH: Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam, 16(2), 187-206.
MAS' UN, Mas' un. Konsep dan Penerapan TPACK dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis HOTS. eL-HIKMAH: Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam, 2022, 16.2: 187-206.
Rosmaladewi, Okke, Raden Yulyul Yuliana Hastuti, and Puji Rahayu. "Penguasaan technological content knowledge (TPACK mahasiswa calon pengajar dalam menunjang pembelajaran digital)." KOLOKIUM Jurnal Pendidikan Luar Sekolah 11.1 (2023): 171-179.
Rosmaladewi, O., Hastuti, R. Y. Y., & Rahayu, P. (2023). Penguasaan technological content knowledge (TPACK mahasiswa calon pengajar dalam menunjang pembelajaran digital). KOLOKIUM Jurnal Pendidikan Luar Sekolah, 11(1), 171-179.
ROSMALADEWI, Okke; HASTUTI, Raden Yulyul Yuliana; RAHAYU, Puji. Penguasaan technological content knowledge (TPACK mahasiswa calon pengajar dalam menunjang pembelajaran digital). KOLOKIUM Jurnal Pendidikan Luar Sekolah, 2023, 11.1: 171-179.

Baguss👍
BalasHapusKrenn😁
BalasHapus